c9fb2a9e812153a139353118104ca03a.jpg  

“SENYUM TER TNI, MANJUR DI KONGO�

Senin, 28 Mei 2007 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 2845 kali

          Ungkapan bahwa tentara melekat di hati rakyat, ternyata tidak hanya melekat di negeri sendiri, gaungnya juga terasa hingga kemancanegara. Di Bunia, Kongo, Afrika Tengah; keberadaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapat acungan jempol. Prestasi itu diraih dengan mengedepankan pola pembinaan teritorial (Binter) kepada masyarakat.

          Awal kedatangan pasukan PBB yang akan bertugas di daerah operasi penugasan Bunia, disambut dengan sikap curiga dan rasa takut oleh sebagian besar masyarakat Kongo. Hal itu terlihat di wajah mereka ketika menyaksikan kedatangan pasukan yang akan bertugas di sana. Apalagi, kalau melihat pasukan berseragam militer melintas di wilayah mereka. Jangan harap kita bisa mendekat, apalagi berkomunikasi, mereka pasti akan menghindar, lari dan masuk ke dalam rumah untuk berdiam diri. Itulah gambaran ketika pertama kali Pasukan Perdamaian Dunia PBB yang akan bertugas di Kongo.

          Itu semua kita maklum, karena memang selama puluhan tahun negara yang kaya akan hutan tropisnya itu, dari hari ke hari terus dirundung konflik antar etnis yang berkepanjangan. Konflik berkepanjangan itu telah membawa kesengsaraan, kerugian harta bahkan nyawa; dan tidak sedikit yang telah menjadi korban. Konflik itu terus membawa korban di Kongo, dipicu oleh adanya rasa saling cemburu antar kelompok/etnis yang ada di sana dalam hal kekuasaan. Suku/etnis yang tidak memperoleh kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya di negara tersebut tidak stabil sehingga ambruk roda perekonomiannya.

          Seiring dengan perjalanan waktu, sikap curiga, rasa takut yang selalu menyelimuti mereka kini mulai sirna. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa kehadiran pasukan pemelihara perdamaian PBB justru untuk mengubah situasi negara mereka untuk menjadi lebih baik.

          Kehadiran Kontingen Garuda Indonesia yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI di bawah naungan pasukan pemelihara perdamaian PBB di tengah-tengah masyarakat Bunia Kongo, membawa angin segar dan menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat setempat yang selama ini menderita karena dilanda konflik perang saudara yang berkepanjangan.

          Satgas Kompi Zeni TNI yang melaksanakan tugas di daerah operasi Bunia Kongo mempunyai pola tersendiri untuk mendapat simpati masyarakat, disamping melaksanakan tugas pokok yang menjadi tanggungjawabnya yang diberikan oleh PBB Monuc. Juga telah banyak melakukan tugas tambahan sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Mission area.

          Dalam pelaksanaan di lapangan, tugas tambahan inilah yang tidak dapat ditinggalkan pasukan Indonesia; sebagai ciri khas TNI nya yang rupanya telah mendarah daging. Yaitu kemampuan untuk sekaligus melaksanakan pembinaan teritorial dikaitkan dengan tugas pokok yang ada. Pola pembinaan teritoral (Binter) yang didalamnya mengacu prinsip mempererat hubungan dengan masyarakat, di lingkungan TNI sebenarnya sudah tidak asing lagi. Melalui pola semacam ini diharapkan akan muncul dukungan masyarakat yang bermuara pada keberhasilan pelaksanaan tugas yang ditugaskan kepada pasukan Garuda Indonesia yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI.

          Pengalaman yang dimiliki oleh TNI menunjukkan bahwasanya suatu penugasan akan berhasil dengan baik apabila kita mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Kepedulian kita terhadap penderitaan masyarakat setempat akan menimbulkan simpati mereka terhadap kita, dan ini merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan suatu penugasan. Ternyata pola tersebut telah membuahkan hasil yang membanggakan di Bunia. Berbagai informasi yang bisa digunakan untuk kelancaran dan keberhasilan dalam mengemban tugas di daerah operasi terus mengalir. Misi atau program-program PBB yang akan memberikan perubahan lebih baik, dapat diterima masyarakat.

          Disamping itu, sambutan positif masyarakat Bunia, terhadap pasukan Kontingen Garuda Indonesia yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI hampir terlihat di setiap penjuru kota. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bila bertemu dengan pasukan Indonesia selalu mengucapkan kata-kata “Indonesia Good. Indonesia Good,â€? seolah-olah pasukan Garuda Indonesia merupakan dewa penolong bagi terciptanya kedamaian di wilayah mereka. Pendekatan yang juga mendapat respon baik adalah kegiatan olah raga bersama yang dilakukan setiap hari Minggu pagi, masyarakat selalu antusias untuk ikut bergabung lari pagi, senam poco-poco dan Sajojo bahkan bermain sepakbola bersama.

 

          Pembinaan teritorial yang dilakukan pasukan Kontingen Garuda Indonesia tidak terlepas dari konteks misi yang diemban. Semua kegiatan yang dilakukan dirangkai dengan kegiatan-kegiatan positif dan tidak meyimpang dari aturan-aturan yang telah ditetapkan PBB kepada setiap kontingen selama di daerah penugasan.

          Pembinaan teritorial yang dilakukan pasukan Kompi Zeni TNI meliputi banyak aspek, antara lain memberikan bantuan perbaikan tempat-tempat ibadah, baik masjid dan gereja yang ada di sekitar lingkungan daerah penugasan. Selain itu juga pelayanan pengobatan cuma-cuma, baik yang ditujukan bagi masyarakat sekitar maupun bagi para pengungsi di penampungan serta memberikan bantuan makanan kepada masyarakat sekitar yang memang membutuhkan.

          Sampai saat ini pasukan Indonesia yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI yang bertugas di Bunia terus mendapat acungan jempol dan sambutan yang positif terhadap kinerja yang dilakukan pasukan Kontingen Garuda. Berbekal peralatan berat dan kemampuan yang dimilikinya, Satgas Kompi Zeni TNI terus melakukan serangkaian kegiatan di Bunia. Antara lain terus membangun dan memperbaiki sarana transportasi untuk menghubungkan antar daerah yang selama ini terisolisasi, seperti sarana jalan yang menghubungkan antara Bunia-Komanda, Bunia-Kasenyi, dan Bunia Ekka Barrier, serta Komanda-Beni yang berjarak kurang lebih 125 Km. Jalur transportasi tersebut telah selesai dikerjakan pasukan Indonesia. Bahkan jalur Komanda-Beni merupakan jalur penghubung antara Kongo dan Uganda negara tetangga, sehingga bisa memperlancar hubungan dagang antar kedua negara tersebut. Disamping membuka jalur trasportasi darat, pasukan Indonesia juga melaksanakan kegiatan rutin perbaikan Heli Pad dan landasan pacu untuk pesawat-pesawat pasukan PBB, di sekitar bandara Bunia.

          Tugas lain yang juga tidak luput dilakukan oleh Kompi Zeni TNI adalah peran yang dilakukan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak). Mereka bertugas untuk mendeteksi dan menjinakkan ranjau ketika akan membuka daerah baru. Bahkan, sudah beberapa kali Tim Jihandak Kompi Zeni TNI berhasil mendeteksi dan menjinakkan ranjau di beberapa lokasi di daerah Bunia yang dianggap berbahaya.

          Penugasan Kompi Zeni TNI yang sudah memasuki tahun ke empat dan saat ini yang sedang melaksanakan tugas Garuda XX-D di daerah penugasan Bunia, mengemban misi yang sama dengan pasukan sebelumnya, sebagai duta pengharum bangsa dan negara.

          Berbekal jiwa keprajuritan yang profesional, prajurit-prajurit TNI selalu mendapat reputasi tinggi dalam melaksanakan tugas mulia kemanusiaan. Khususnya penugasan di mancanegara dan tetap berusaha untuk dapat menciptakan kesan mendalam di hati masyarakat di setiap daerah penugasan.

Podcast
 
Persahabatan yang didasari oleh keikhlasan dan kasih sayang, akan melahirkan keabadian dalam kebersamaan. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto
Quote Panglima TNI
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Senin, 18 Maret 2024
TNI Pastikan Tak Terkait Klaim Rusia: Tentara Bayaran Bukan Tugas TNI
Rabu, 28 Februari 2024
Jokowi Hadiri Rapim TNI-Polri 2024
Rabu, 21 Februari 2024
TNI AL Kerahkan Kapal Korvet dan Helikopter Panther Ikuti Latihan dengan 47 Negara di India
Selasa, 20 Desember 2022
Presiden Jokowi Lantik Yudo Margono sebagai Panglima TNI
Jum`at, 2 Desember 2022
Panglima TNI Bersama KSAL Lepas Satgas MTF TNI Konga 28 N ke Lebanon




Tiktok